Terserah tapi Jangan Terserah
Kulihat senyummu dimalam itu. Malam penghujung Januari. Senyum dalam palingan, bangkitkan rindu yang sempat teranyam, mata ini berkaca, ingin jeritkan apa yang masih tersisa.
Nit, masih ingatkah dengan malam itu?
Ketika apa yang kurasa kuungkap. Mungkin tak usah dijawab, jawabmu.
Bagiku itu bukan jawaban, jadi aku masih menunggu jawabmu
Salahkah?
Aku tak peduli, merindu itu bukan dosa, aku mohon jawab, terserah jawaban itu.
Tapi jangan kau jawab terserah. Jangan pula dengan diam, karena kau telah lama dengan diam.
Tweet this! 


01. Feb, 2010 






Author Info




mantap bro…syair lu mengalir banget. senang gua bacanya.
baladewa baladewa
Ah lo lebay deh, ini biasa tau.. hahaha….
Trims om udah mampir..