Jelajah 2.0

Jumat sore tanggal sebelas lalu, saya bareng Dilly pergi ke rumah mas didut didaerah gombel permai semarang. Disana sudah ada mas yogie juga gilang. Prepare acara roti fresh narsis 2.0 yang besoknya diadakan di jogja.

Malam ini tukangroti™ berangkat menuju jogja. Sekitar setengah enam petang rombongan meluncur dari rumah mas didut. Suasana lalu lintas sore hari itu cukup ramai namun bisa dibilang lancar.

Pertama kalinya saya ke Jogja menggunakan motor, biasanya berangkat dengan bus patas. Yang saya takutkan bukan karena jarak tapi karena saya belum memiliki SIM. Saya malas berurusan dengan orang berseragam gara-gara nggk punya SIM. Untungnya malam itu nggak ada operasi. Saya dan Dilly bergantian ’menyetang’.

Diperjalanan saya dan Dilly berpisah dengan rombongan, akibatnya kita berdua nggk bisa ngikut tukangroti lain menikmati bebek goreng Warung Jadul. Menu ini memang bener-bener membuat saya penasaran. Next time lah, semoga kesampaian.

Sekitar setengah sembilan saya dan Dilly sampai di Pacific (depan TVRI Jogja) sambil menunggu tukangroti yang lain. Setelah berkumpul, meluncur ke Plaza Ambarukmo menemui Mbak Wiwikwae yang sudah lebih dulu disana.

Ternyata di Amplaz juga ada Mas Sofyan yang sehari sebelumnya baru datang dari Bandung, selain itu juga ada Dadi Jikustik dengan seorang teman. Dadi Jikustik menjadi salah satu bintang tamu untuk acara Narsis 2.0.

Setelah Dadi pulang, saatnya nyari makan. Saya dan Dilly belum makan, sebenarnya juga bingung mau makan apa? Makan aja bingung (doh), akhirnya menuju foodcourt dan Mbak Wiwiek yang milihin menu. Ntah nama menunya saya lupa, karena saya nggk terbiasa makan makanan yang namanya aneh. Dasar ndeso. Hahahaha….

Setelah makan kita pisah, saya, Dilly dan Gilang nginap dirumah Mbak Wiwiek didaerah Wonosari. Saking capeknya saya tidur lebih cepat dari biasanya, biasanya lewat jam dua belas baru tidur. Bangun pagi pun lebih cepat, karena biasa bangun siang :D

Pagi-pagi sudah ada satu teko teh panas plus roti. Hmmm… nikmat. Gimana nggk nikmat coba, biasa anak kos nggak pernah dapet fasilitas kayak gini dikos. Hehehe.. Jangan bosen-bosen lagi ya Mbak Wiek.

Setelah mandi dan tak lupa gosok gigi tukang roti mulai bergerak, saya dan Dilly menemui Mas Didut dirumah Mbak Evie sambil nunggu Mas Sofyan datang. Mbak Wiwiek dan Gilang ke bandara jemput Widi Asmoro.

Narsis 2.0
Menjelang siang, tukangroti sudah disibukkan dengan segala persiapan. Mulai dari menempel penunjuk arah, membagikan brosur dilokasi Grand Final Speedytrek yang kebetulan lokasinya berdekatan, proses registrasi, hingga video streaming.
Acara dimulai sekitar pukul 15.30 dengan MC Sita dan Danindra.

Setelah acara, peserta foto bareng dengan bintang tamu, sayang saya nggk sempat foto bareng dengan Dadi Jikustik. Tapi saya dapat tanda tangan dari Dadi Jikustik juga Widi Asmoro. Saya bilang ke Mas Dadi sambil bercanda, “Minta tanda tangan mas, angger diurek-urek”

Malamnya setelah acara, tukangroti makan malam bareng Widi. Iga Bakar di kawasan Gejayan menjadi tujuan. Iga bakar? Terus terang saya belum pernah mencicipi menu ini, karena alasan penasaranlah ‘terpaksa’ mengamini pilihan ini. Sambil menununggu pesanan datang sempet foto-foto, pokoknya narsis 2.0 effect masih kebawa.

Setelah makan malam, tukangroti pisah. Saya dan Dilly kembali ke Pacific nemuin temen-temen yang lain, Widi kembali ke hotel untuk istirahat. Tukang roti yang lain pergi karaoke. Padahal saya yo pengen nyanyi, tapi kok suara saya lagi serak. Hihihihi…

@Pacific. 22:15
Bareng temen-temen dari Semarang yang ke Jogja pake’ motor ingin menikmati Jogja dimalam hari. Alun-alun jogja menjadi tujuan, ramai sekali lalu lintas disini terlebih malam minggu ditambah ada konser musik. Saking padetnya beberapa dari temen-temen sempat terpisah. Untungnya battre hape mereka masih ada jadi bisa dihubungi.

Di alun-alun kami menikmati wedang ronde juga suasana yang ada. Ramai jalan, pedagang, pengamen, mereka yang bersepeda, berjalan, bersama keluarga, teman, pasangan dan masih banyak lagi.

Setelah cukup di alun-alun menuju Kalicode dan ternyata ramai sekali, akhirnya nggak jadi berhenti. Bergerak menuju Ring Road. Sampainya di Ring Road ban motor salah satu dari kami bocor. Cari tukang tambal ban malam-malam begini susah, dari informasi tukang ojek yang disitu dicarilah tukang tambal ban yang letaknya sekitar satu kilo, ternyata juga tutup. Akhirnya motor teman tersebut dititipkan di pos polisi yang kebetulan dekat.

Mau nggak mau rencana meneruskan perjalanan ditunda hingga besok pagi, menunggu menambal ban. Akhirnya kami mencari tempat untuk beristirahat, terdapatlah tempat yang dirasa nyaman untuk istirahat. Sebuah bangunan dipinggir jalan yang sudah roboh hanya menyisakan dinding-dinding yang tinggal hampir setengah. Beralaskan jas hujan beratap langit kami pun istirahat. Kami menginap di hotel bintang banyak.

Agenda pagi ini sebelum kembali ke Semarang adalah menjelajahi Malioboro. Setelah mencari sarapan dan membersihkan badan di pom bensin kami meluncur ke Malioboro. Di Malioboro selain foto-foto juga membeli oleh-oleh buat keluarga dirumah atau untuk dipake’ sendiri. Ada yang membeli pernak-pernik, kaos, kacamata. Saya hanya membeli sebuah topi.

Menjelang tengah siang Tim 11 (jumlah kami bersebelas) kembali ke Semarang. Rencana singgah di Borobudur pun batal, lagi-lagi ban bocor berbihak lagi. Ya sudahlah, memang ini diajdikan PR supaya kapan-kapan kita maen lagi sob! :)

Tweet this!Tweet this!
Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes